Lihat Air Matanya…

Sering kita dengar berita tentang orang sukses. Mungkin malah udah terlalu sering. Mulai dari anak muda yang sukses juara olimpiade sains, ibu rumah tangga yang sukses berwirausaha, sampai kakek usia senja yang sukses dapat penghargaan Nobel.

Pas dengar berita tentang kesuksesan, nggak sadar kita akan tertarik dan fokus sama apa yang mereka dapat. Lalu nggak sadar juga, kita jadi bilang “Wah, enak ya sukses kayak mereka”. Dan pada akhirnya, kita tetap fokus sama apa yang mereka udah dapat.

Sukses itu bukan jalan singkat, bukan juga hadiah ajaib yang jatuh dari langit cuma lewat doa. Sukses itu diusahakan, dijalani sepenuh hati. Kalau kita cuma tertarik sama apa yang orang sukses dapat, kita bakalan nggak tau gimana cara mereka sukses. Kita cuma berharap sukses tanpa tau pengorbanan yang harusnya dilakuin.

Banyak orang sukses yang mulai semuanya dari 0, bahkan dari minus. Mereka berusaha merangkak, lalu pelan-pelan lari. Ada jatuh-bangun yang harus dilalui, bukan semata-mata usaha dikit lalu sukses. Ada air mata yang harus mereka keluarin dalam usahanya, bukan hanya berdoa sebelum tidur lalu bangun pagi jadi orang sukses.

Tertariklah sama air mata yang dikeluarin orang sukses. Itu bakalan bikin kita ngerti betapa kerasnya usaha biar jadi orang sukses. Kalau kita hanya fokus sama hasil, pas hasilnya nggak didapat, kita pasti kecewa dan down banget. Itu bukan karena kita nggak mampu, tapi karena kita nggak tau caranya jadi orang sukses. Kita hanya fokus sama enaknya aja.

Mulai sekarang pas dengar berita tentang orang sukses, cari tau seberapa sering dia nangis saat gagal, karena itu bisa bikin hati kita bilang “Dia kuat dan bisa sukses, aku juga pasti bisa!”.

UBAH MINDSET, RAIH TARGET

Dari gambar di atas, kita bisa dapet ilmu tentang gimana cara jualan. Mungkin banyak orang bilang nggak bisa jualan, nggak punya pengalaman jualan, atau nggak pinter ngomong, tapi dengan mengubah mindset, kita ternyata bisa tuh jualan. Nah setelah sedikit-sedikit bisa jualan, jangan berfokus pada “Nanti ada yang beli nggak ya?”. Fokus aja dengan cara jualan dan target yang pengen kita tuju. Tawarkan barang yang kita jual kepada orang yang tepat, dijamin pasti ada yang beli. Contoh nih, kita jual pulpen ke orang yang butuh pulpen untuk segera tanda tangan berkas, pasti orang itu beli.

Di zaman digital yang udah banyak banget orang jualan secara online ini, kadang tanpa sadar kita mempromosikan jualan kita ke orang yang kurang tepat. Ujung-ujungnya mereka nggak butuh barang jualan kita. Contohnya kita jualan flat shoes khusus cewek lewat iklan paid promote, tapi di akun IG yang 70% followers-nya cowok. Aduh… Boro-boro dibeli, diliat aja mungkin juga nggak.

Kalau tempat promo udah bener dan mulai ada yang tanya-tanya, jangan sia-siain database customer yang didapet. Adders Line@, nomor WA, atau alamat email customer bisa jadi aset berharga. Harus tetap di-follow up, dan bisa jadi tempat promosi jualan kita, lewat broadcast contohnya.

Selain itu, kita bisa bikin “kolam ikan” yang pas dengan barang jualan kita. Misal barang yang dijual sepatu basket, bikin aja akun IG atau fanspage Facebook yang isinya semua tentang basket. Contohnya “dramabolabasket”. Post hal-hal tentang basket, yang ringan-ringan aja, humor atau kejadian lucu. Setelah banyak yang follow atau like, mulai tuh sesekali selipin postingan barang jualan kita.

Cara lain yang bisa dilakuin adalah kerja sama dengan tempat-tempat yang cocok dengan barang jualan kita. Misal yang kita jual adalah camilan kekinian, kerja sama aja dengan tempat nongkrong harga terjangkau yang sedang hitz. Tapi diliat dulu target jualan kita pas atau nggak. Kalau yang nongkrong kebanyakan remaja yang seneng ngopi dan ngobrol sambil ngemil manja atau kalau yang dateng kebanyakan orang yang sibuk sama tugas dan kerjaan, bisa tuh tempat nongkrong diajak kerja sama.

Jadi kesimpulannya, jangan ngerasa nggak bisa jualan. Coba saja dulu. Setelah mulai bisa jualan, tawarkan barang jualan kita di tempat dan kepada orang yang tepat. Dijamin deh, kalau emang rezeki, pembeli pasti berjubel beli barang jualan kita. Jangan tunda ubah mindset kalau pengen cepat raih target.

WOW!!! REWARD CAKEP

 

Bulan sudah berganti nih, dan bulan baru siap dijalani. Happy February……j Seperti bulan-bulan lalu, reward menggiurkan untuk bulan ini ada lagi. Lho reward apa sih???? Gini-gini, Bonju jelasin….

Di Makaroni Bonju, selain kamu bisa dapat keuntungan lewat jualan sebagai agen, tiap bulan kamu bisa dapat reward juga. Setiap order dengan total 900 pcs di tiap bulan, kamu akan langsung dapat cashback senilai Rp300.000,-. Langsung tanpa diundi. Tidak ada batasan jumlah orang, semua berhak dapat reward ini…..

Masih ragu dan belum percaya??? Bonju kasih buktinya nih.

Di bulan Januari ada 5 agen yang berhasil dapat reward ini (psst, semuanya Srikandhi lho). Yang pertama, ada Kak Indharti dari Pamekasan Madura yang comeback dengan performa terbaiknya. Kedua ada Kak Shena dari Bekasi. Setelah bulan November kemarin jadi best agen, bulan Januari ini dapat reward lagi lho. Keren kan…..

Agen ketiga ada Kak Wilda, agen dari Kediri. Kakak yang satu ini cukup konsisten. Masuk 3 besar best agen Desember, bulan Januari ini penjualan justru semakin meningkat. Di agen keempat ada Kak Dewi dari Jakarta Barat. Kakak ini baru gabung jadi agen di bulan Januari, dan langsung bisa bersaing. Di detik-detik terakhir bisa tembus 900 pcs. Luar biasa dan susah dipercaya, tapi itu terjadi.

Di tempat terakhir ada Kak Febrina, agen dari Semarang. Hampir sama seperti Kak Dewi, Kak Febrina juga menembus penjualan 900 pcs di penghujung bulan. Pantas diacungi 4 jempol…..

Setelah di bulan Januari ada 5 agen yang berhasil dapat reward, mungkin saja ada lebih banyak agen yang berhasil dapat reward di bulan ini, dan bisa jadi salah satunya adalah kamu. Jadi, masih ragu untuk gabung jadi agen? Ada banyak keuntungan dan reward yang bisa kamu dapatkan lho…..

Kuliah Sambil Jualan, Kenapa Tidak?

 

 

Kuliah sambil jualan kini sudah jadi hal umum. Mulai dari jualan roti bakar tiap malam, jualan jersey tim bola kesayangan, dropshiper jaket anime, sampai jadi reseller camilan kekinian yang jualan di sela-sela dosen menjelaskan. Memang nggak mudah untuk mulai dan menjalani, tapi selalu ada kalimat sakti untuk mengobarkan semangat, “Kalau udah suka, ya jalani aja. Dikuat-kuatin.” Kalau sudah berjalan pun, tetap ada konsekuensi yang harus diterima, seperti lelahnya raga dan pikiran.

Tapi…… Jangan terlalu terpaku kepada “Aduh, aku bisa nggak ya?”, jangan berfokus pada nggak bisanya. Fokus pada manfaat yang dapat diraup dari kuliah sambil jualan. Apa saja sih manfaatnya? Ini dia.

  1. Menambah Pengalaman dan Ilmu

Kodrat manusia memang untuk belajar hingga akhir hayatnya. Nah, dengan kuliah sambil jualan, kita akan mendapatkan ranah baru untuk menambah ilmu, selain kampus. Kita akan mengenal hal baru di tempat baru. Dan yang lebih mantap, kita akan menemukan sesuatu yang mungkin sebelumnya kita nggak pernah tahu dan rasakan.

  1. Memiliki Penghasilan Sendiri

Apa sih yang paling penting dari kuliah sambil jualan? Ya tentu, punya penghasilan sendiri. Hehe… Siapa sih yang nggak mau? Dengan punya penghasilan sendiri, kita bisa mengurangi beban orangtua, dan pastinya bisa disisihkan untuk tabungan.

  1. Menambah Kenalan

Ini nih yang menarik, menambah kenalan. Siapa tahu, setelah lulus kuliah nanti, kenalan-kenalan kita bisa jadi partner dalam mengembangkan bisnis dan jualan. Ingat, menyambung silaturrahim berarti menyambung rezeki. Hehe….

  1. Meningkatkan Level Percaya Diri

Pengalaman jualan saat masih kuliah akan meningkatkan level percaya diri saat sudah lulus nanti. Paling nggak, karena sudah pemanasan,  kita nggak kaget lagi saat nanti masuk dunia dengan persaingan yang lebih keras. Hahaha……

Nah, sekarang pilihan ada di tangan, mau lakukan atau nggak. Semoga manfaat-manfaat di atas nggak bikin galau berkepanjangan saat memilih. Dan yang pasti, hasil nggak akan mengkhianati proses. Semangat…….

Ingin Banyak Rezeki? Senanglah Memberi

 

“Lebih baik tangan di atas, daripada tangan di bawah”

Pasti hapal dong dengan kalimat bijak di atas? Sedari kecil hingga sekarang, sering banget kalimat itu muncul, entah tulisan maupun diucapin orang. Tapi, seberapa sering kita menerapkannya di kehidupan? Seberapa ringan tangan kita untuk selalu berada di atas? Mungkin kita bisa merenung sejenak lewat sebuah cerita berikut.

Alkisah, ada dua anak manusia yang siap dilahirkan ke dunia. Malaikat pun bertanya kepada mereka, “Jika diberi pilihan, kalian akan memilih menjadi orang yang selalu menerima atau orang yang selalu memberi?” Anak pertama dengan tertawa menjawab, “Hahaha…. Tentu saja aku akan memilih menjadi orang yang selalu menerima. Hidup pasti jadi asyik, bisa hidup santai dan tidak perlu kerja keras.”

Berbeda dengan anak pertama, anak kedua menjawab, “Biarlah aku menjadi orang yang selalu memberi.” Setelah mendengar jawaban kedua anak itu, malaikat pun mengabulkan keinginan mereka. Kedua anak itu pun lahir ke dunia. Waktu berlalu hingga mereka dewasa. Anak pertama menjadi orang yang selalu menerima tanpa mau memberi. Dia menjadi pengemis. Sebaliknya, anak kedua menjadi orang yang selalu memberi. Dia menjadi orang kaya dan terpandang karena kerja kerasnya.

Sudah tersentuh dan tergerak dengan cerita di atas? Kalau Bonju sih udah tersentuh banget….. L

Memberi itu bisa diibaratkan seperti menabung. Semakin banyak kita memberi kepada orang yang membutuhkan, semakin banyak tabungan terkumpul. Sebaliknya, saat kita ditolong atau menerima sesuatu dari orang lain, tabungan kita akan berkurang. Dan di akhir nanti, kita akan tahu seberapa besar tabungan yang terkumpul.

Sifat suka memberi juga otomatis menggerakkan tubuh kita untuk selalu bekerja keras. Dari hasil kerja keras kita, sebagiannya adalah rezeki milik orang lain yang wajib kita berikan. Masak iya kita mau makan rezekinya orang lain? Nggak banget kan?

Memberi adalah kebaikan yang pasti diajarkan setiap orangtua kepada anaknya. Sekarang giliran kita untuk mulai banyak memberi kepada orang lain. Ingat, alam mempunyai hukum “Semakin banyak memberi, semakin banyak kita menerima”, dan akan terus berputar. Jadi, marilah kita MEMBERI DULU, lalu MENERIMA KEMUDIAN. J

 

Jadi Ibu Kuat,Jadi Ibu Hebat

Sebelum mulai, BONJU mau mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada semua ibu hebat di Indonesia. Juga kepada para calon ibu yang sedang mempersiapkan segala yang terbaik untuk buah hatinya nanti. Dan kepada para lelaki yang pastinya punya ibu tangguh, sampaikan kasih dan sayang kita kepada beliau ya.
Nah, di Hari Ibu ini, BONJU mau cerita tentang seorang ibu hebat yang bulan November lalu berhasil menjadi AGEN TERBAIK BONJU. Wuihh…. Gimana cara dan cerita hebat yang dia jalani? BONJU akan bagikan ceritanya kepada dunia. Hahaha…..
Panggil saja dia Shena—karena memang itu namanya—seorang agen dari Bekasi yang telah berkeluarga dan mempunyai 1 anak. Awal petualangannya menjadi agen BONJU dimulai saat anaknya berusia 10 bulan. Saat itu, dia ingin sekali ngemil camilan kesukaannya saat kecil. Setelah dicari, eh ketemu di Instagram. Saat sedang menikmati, tercetuslah di benaknya untuk menjadi agen camilan itu. Berjalan beberapa minggu, benaknya mencetuskan ide lagi. “Aku mau cari-cari lagi camilan yang menarik ah”, begitu kira-kira.
Browsing, scroll sana-sini, kepo, lalu stalking, sudah dia lakukan. Hingga akhirnya, dia berjodoh dengan MAKARONI BONJU. Jujur saja, pada awal menjadi agen, Shena merasa pesimis dan takut kalau nggak laku. Dan benar saja, ucapan dan pikiran negatifnya menjadi kenyataan. Hampir 100 pcs BONJU mendekati expired, dan akhirnya rugi.
Walau menghadapi kenyataan yang tidak enak, dia tidak mau menyerah. Dia bertekad untuk bangkit, karena yakin dengan MAKARONI BONJU. BONJU punya kemasan unik, kualitas grade A, dan harganya yang terjangkau. Ucapan dan pikiran negatifnya diubah menjadi energi positif dan keyakinan. Perlahan, keyakinan dan kerja kerasnya membuahkan hasil manis. Dimulai dari 150 pcs per bulan, meningkat jadi 300 pcs per bulan, hingga 2 tahun berlalu penjualannya menembus 1200 – 2000 pcs per bulan. Wuihh banget kan?! Karena itulah, Shena dinobatkan sebagai AGEN TERBAIK BONJU NOVEMBER 2017.
Dan ya, Shena adalah seorang istri sekaligus ibu. Di balik keuletannya berjualan, dia tidak lupa kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Mengurus suami, anak, dan pekerjaan rumah dia tetap lakukan. Bahkan ketika sedang packing pesanan, harus diselingi dengan kegiatan menidurkan anak. Yang lebih wuihh, terkadang waktu istirahatnya digunakan untuk packing pesanan. Semua Shena lakukan sendiri. Sedang sakit pun, kalau ada pesanan masuk, semangatnya akan muncul lagi, sakitnya entah hilang ke mana.
Tak lupa, Shena juga berbagi tips nih:
1. Jangan takut produk yang dijual nggak laku, selama produk itu punya kualitas yang baik!
2. Berpromosi/berjualan yang baik di media sosial, niscaya akan banyak tawaran kerja sama. Mulai dari tawaran kerja sama dengan toko/caffe, hingga tawaran bazzar gratis.
3. Berniat dan punya keyakinan kuat. Jangan ikut-ikutan! Mereka yang nggak yakin dengan produk yang dijualnya, pasti nggak akan bertahan lama. Misal nggak laku dan rugi lalu berhenti tanpa mencoba lagi, hasil yang baik tidak akan terlihat.
KEYAKINAN dan USAHA yang kuat adalah kunci untuk mencapai keberhasilan. Dan jangan lupa, DOA kepada Sang Pencipta harus dilakukan. Dan sekali lagi, BONJU ucapkan Selamat Hari Ibu untuk seluruh ibu dan calon ibu hebat di Indonesia. Love you, Mom……

Megan Fox Hilang di Transformers 3? Kenapa ya?

Aktris Megan Fox namanya mulai dikenal dunia saat berperan sebagai Mikaela Banes di Transformers Franchise. Image seksi yang lekat padanya sangat sesuai dengan karakter Mikaela sebagai love interest Sam Witwicky yang diperankan Shia Labeouf.

Bagi penggemar sekuel ini pasti bertanya-tanya kenapa di sekuel ketiga film robot-robot mobil ini karakter Mikaela dihilangkan. bahkan di ganti oleh karakter Carly yang diperankan Rosie Huntington Whiteley. Ternyata penggantian salah satu main character ini bukan tanpa sebab.

Michael Bay, si sutradara salah satu film terlaris sepanjang masa inilah yang meng-kick Megan keluar franchise. Penyebabnya adalah Megan kedapatan lagi ngomongin pria yang juga menyutradai film Armageddon ini dengan kata-kata yang nggak mengenakan, “was an absolute nightmare to work with” and that on the film sets he was like “Nazi leader Adolf Hitler.” Disitu megan menyebut kalau kerja bareng Michael Bay itu ibarat mimpi buruk. Megan juga menggambarkan kalo Michael bertindak kayak Adolf Hitler di lokasi syuting. Wow.

Merespon komentar Megan ini, Michael mengeluarkan statement yang biasa banget. Dia tetap menghargai pendapat Megan yang ditujukan padanya itu. Tapi bisa dilihat dong dengan hilangnya karakter Mikaela di Transformers 3 menjadi jawaban yang real dari Michael. Pelajaran banget ni buat kita semua untuk selalu menjaga lisan, atau paling tidak kurangi omongan-omongan yang akan meyinggung perasaan orang lain.

 

Page 5 of 7« First...34567